Feeds:
Posts
Comments

Tulisan ini dibuat agar masyarakat paham

Di sebuah milis media ada yang menulis sebagai berikut

“Content provider bisa menyebar SMS random ke nomor manapun (walapun belum REG) KECUALI ke nomor yang menggunakan operator Telkomsel.”

Pernyataan diatas adalah pernyataan yang salah, karena menurut peraturan yang saya ketahui (peraturan POSTEL ?). Pengiriman yang berasal dari nomor pendek (Short Dial Code atau disingkat SDC), tidak boleh dilakukan kepada no HP yang lintas operator.

Sebagai contoh :
SDC 8888 dimiliki oleh content provider XXX dimana content provider XXX memiliki koneksi ke SMSC -nya operator bernama TSEL. Maka provider XXXX tidak boleh mengirim sms dari SDC 8888 ke pelanggan selain TSEL.

Lalu, bagaimana caranya agar mengetahui bahwa ada CP yang nakal ?
Jika menerima sms yang sendernya adalah suatu SDC, cek saja service center address dari pengirim sms tersebut. Misalkan nomor anda adalah nomornya XL dan service center address pengirim sms adalah milik TSEL, maka bisa dipastikan bahwa content provider itu melanggar peraturan

Muenchecn vs Indonesia. 21 May 2008

Gue dapat ticket gratis nonton pertandingan Muenchen vs Indonesia di senayan. Gue pergi bertiga bareng teman kantor. Eventough gue gak suka bola, tapi gue suka dengan klub Muenchen sejak dari zamannya Juergen Klinsmann.

Gue minta izin dari kanto jam 16:30 dan alhamdulillah di-izinin. Mungkin karena gue jarang izin kali ya :)

Sampai disana jam 17:00. Nongkrong bentar di masjid dan ngantri masuk lewat Gate VII.

Wuiihh, rame banget. Gue and friends dapat duduk di sector 14. Bahkan tukang jualan minum pun ada, heheheh. Udik banget ya :)

Tepat jam 18:00, pertandingan dimulai

Sorak-sorai penonton sangat memekakkan telinga dan kayaknya kuping gue bisa budeg kalau lama-lama disitu :)

Permainan memanas karena baru beberapa menit main Muenchen udah mencetak gol.

Permainan menarik, karena Indonesia juga sempat menyerang beberapa kali.

Babak pertama, Indonesia kalah 3-0. Gue berharap Indonesia balik menyerang. Indonesia memang menyerang, namun banyak gak bagus di finishing touch-nya. Contohnya saja Kurniawan yang gak bisa memanfaatkan 2x kesempatan mencetak goal dimana dia sempat 1 on 1 dengan Oliver Kahn. So, far, -kalau gue lihat- yang mainnya bagus adalah si Ellie Aiboi. Lincah dan mampu menusuk pertahanan lawan, namun sayangnya juga, finishing touch-nya gak bagus :)

Whatever lah, yang penting Indonesia udah bisa masukin 1 goal di babak kedua. Dan akhir-nya Indonesia harus mengakui kehebatan Team Bayern Muenchen lapis ke-2 dengan skor 5-1. It’s better lah daripada perkiraan gue skornya 8-0 untuk Muenchen.

Pertandingan seru dan untungnya supporter Indonesia gak rusuh. Di stadion juga terlihat beberapa bule yang menonton acara langsung, maybe they are Germany.

Habis pertandingan, gak lupa kami mengabadikan momen-momen langka tersebut. Karena berhubung kami dapat ticket-nya mendadak, jadi gak ada yang bawa kamera. Akhirnya HP pun digunakan :)

Hidup Muenchen, eh, Hidup Indonesia :)

Rp. 1 / character SMS

Di milis ITB dibicarakan tentang “Bakrie Rilis Skema Tarif SMS Rp 1 per Karakter”. Lalu ada yang memberikan pernyataan dan pertanyaan sebagai berikut

Setahu saya satu SMS hanya bisa memuat 160 karakter ASCII atau 70 karakter
unicode 16-bit. Jadi tarif satu pesan adalah Rp. 160,00 untuk skema yang
ditawarakan Bakrie. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana perhitungannya
jika karakter yang dikirimkan adalah 16-bit unicode (misalnya karakter cina
atau jepang) ?.

Sebenarnya, cara menghitung jumlah karakter dalam SMS adalah hal yang mudah.
Di sms ada istilah Data Coding Scheme (DCS). Saat ini ada 3 jenis,
yaitu 7 bit, 8 bit dan UCS2 (16 bit) per char. Utk menghitung sms user
data length dalam DCS 7 bit, yaitu dgn menghitung jumlah char. Dan kalau
menghitung sms user data length untuk DCS yang 8 dan 16 bit data, yaitu dgn
menghitung jumah octet nya.

Bahasa jepang dan china masuk ke UCS2. Jadi, tinggal dihitung aja :)

Lagipula SMSC sudah pasti bisa menghitung user data length.

Menurut gue, sewaktu SMSC mengirim charging request, SMSC menambah satu buah informasi lagi untuk dikirim ke Billing, yaitu user data length. Jadi, begitu Billing menerima user data length, Billing tinggal nge-charge sesuai dengan jumlah karakternya.

Ternyata gue sebangku dengan orang-orang Indo. Yang paling pojok mungkin
adalah anak orang kaya di Indo yang lagi ngabisin uang di HK. Dan yang
satunya lagi adalah TKW indo yang kerja di Taiwan.

Selama di perjalanan gue berusaha untuk tidur, namun gak bisa, padahal udah gue paksain. Akhirnya gue buka katalog Cathay dan kayaknya ada film-film bagus. Some of them ternyata gak sebagus iklannya, dan Kungfu Dunk ternyata
gak ada (walaupun ada di list), jadi, terpaksa gue nonton Golden compass yang menurut gue ceritanya aneh.

Jadilah 4,5 jam dipesawat yang membosankan. Ditambah lagi cuaca buruk yang
terus menerpa pesawat, komplitlah suasana membosankan dan sedikit menakutkan ini.

Setelah 4,5 jam terbang akhirnya landing dan tiba di Soekarno Hatta dengan
selamat. Begitu masuk Soekarno Hatta, duh, suasananya kok aneh banget.

Terlihat gelap dan sedikit kumuh. Tapi walaupun demikian, gue senang karena
gue bisa sampai dengan selamat dan gue bisa bertemu kembali dengan keluarga gue.

Setelah mengantri di imigrasi selama kurang lebih satu jam, gue ke tempat
pengambilan koper. Gue terkejut, ternyata kunci koper gue ada yang merusak,
namun untungnya gue memberikan gembok tambahan sehingga koper gue gak bisa kebuka. Ternyata memang benar, jangan pernah menyimpan barang berharga dalam bagasi, terlebih lagi di Bandara Soekarno Hatta. Gue melaporkan hal ini ke petugas dan petugas hanya melakukan pencatatan. Gue sih gak yakin bakal di follow up oleh petugas tersebut. Tapi setidaknya gue udah berusaha
memberikan informasi ke aparat di negara tercinta ini.

Setelah selesai urusan dengan bagasi akhirnya gue keluar dan ketemu dengan
keluarga gue, kami pun pulang ke rumah & this is the end of trip to china’s stories.

Kami sampai HKIA sekitar jam 12:20. Kami pun langsung check-in. Kami check-in lebih cepat karena berharap dapat tempat duduk di dekat jendela, namun kami salah, karena window seat-nya sudah full book. Akhirnya gue dapat duduk bangku ke-3 dari jendela.

Setelah check-in kami jalan-jalan sambil mencari souvenir yang bisa kami peroleh untuk terakhir kali dalam perjalanan ini. Sebelum mencari souvenir, RMB gue tuker dulu ke HKD di Money Changer di HKIA. Gue membeli beberapa souvenir, boneka china (yang ternyata adalah perempuan china dari suku urdu yang bermayoritas agamanya islam) dan bola kaca.

Karena lapar, gue dan Pak Wisnu akhirnya mencari makanan. untungnya disitu ada Popeye yang menjual makanan halal. Tulisan Halal-nya di pasang besar-besar supaya orang lain melihat, dan memang ada sertifikat halal dari komunitas muslim Hongkong. Akhirnya gue beli nasi dan ayam sebesar HKD 15.

Setelah makan, kami berkumpul kembali dan kami hendak memasuki boarding room. Sial banget, gue baru inget kalau gak boleh bawa air lebih dari 100 ml dalam tas. Akhirnya Aqua 1 L dan 500 ml gue harus gue buang. Maksudnya gue bawa aqua supaya gak repot kalau ke toilet (toilet di HK gak ada airnya). Pas gue lagi buang aqua, eh ada 2 cewek yang terpaksa harus ngeluarin parfumnya. Kayaknya sih parfumnya mahal, gue gak tau deh, mereka bakal buang parfum itu atau gak.

Lewat dari pemeriksaan petugas, akhirnya kami pun menaiki kereta bandara untuk ke boarding room. Turun dari kereta, kami jalan-jalan lagi untuk lihat souvenir. Tapi tampaknya souvenir didalam pun sama dengan diluar. Di dalam sini, juga ada yang jual air mineral dan parfum, soooo, peraturan dilarang membawa liquid lebih dari 100 ml ke dalam pesawat tuh gunanya buat apa ? Hanya pihak maskapai-lah yang mengetahuinya :)

Sekitar jam 3 gue ke ruang tunggu pesawat, dan gue sholat dzuhur + ashar.

Setelah sholat, daripada bengong, mending gue jalan-jalan. Gue ambil beberapa foto pesawat untuk menghilangkan boring

Jam 15.30, kami pun masuk pesawat.

13 May 2008, adalah hari terakhir kami di China. Dan jadwal pesawat kami adalah jam 4 sore. Gue bangun pagi-pagi sekali. Setelah sholat subuh, gue melakukan recheck barang-barang yang gue telah gue susun tadi malam. Setelah semuanya gue yakin sudah lengkap, gue keluar dari kamar untuk sarapan terakhir di hotel.

Setelah sarapan, kami beristirahat sebentar di lobby hotel sambil menunggu mobil yang mengantar kami siap. Gue check-out dari hotel, dan tentunya kunci hotel pun gue serahkan ke helpdesk.

Pas di-check keluar ternyata mobil penjemputnya sudah datang. Kali ini mobilnya lebih besar, sehingga kami muat satu mobil, dan satu mobil lagi khusus buat barang-barang bawaan kami.

Perjalanan china ke hongkong sama seperti jalur perjalanan hongkong ke china.

Kami juga melewati terowongan yang sama

dan kami juga melewati jembatan yang sama yang membelah laut HK

Dan sekitar 1-1,5 jam perjalanan, akhirnya kami sampai juga di Hongkong International Airport

12 May 2008. Hari ini adalah hari terakhir rangkaian training di China. As usual gue pergi ketempat training. Training hari ini agak berbeda. Karena kami hanya training sampai jam 12. Kami pergi bersama, dan ternyata Irene sudah menjemput diluar. Sebelum makan siang, kami pergi ke Huawei training center’s server room.

Setelah itu, Irene mengajak kami untuk makan siang perpisahan. Karena Irene tidak menemukan tempat makan siang yang bagus diluar (katanya sih full book), akhirnya kami diajak untuk makan siang di ruang makan vIP Huawei. Lokasi dan ruang makannya memang layak disebut VIP karena suasananya sedikit berbeda dibanding ruangan lain dan memang ekslusif.

Makannya cukup enak dan once again gue hanya menyentuh daging-daging yang berasal dari ikan. Di luar tempat makan ternyata ada hiburan musik khas tradisional china yang dimainkan oleh tiga orang perempuan.


Setelah makan, kami pun kembali ke tempat training. Tak lama kemudian Irene

masuk sambil membawakan souvenir untuk kami. Pas gue buka, ternyata souvenirnya adalah dining set ala china, lengkap dengan sumpit (chop stick) -nya. Gue ambil foto kelas untuk yang terakhir kalinya

Sekitar jam 3, kami mengikuti ujian training dan mengisi kuesioner tentang training dan pelayanan selama di China. Gue sih ngasih komentarnya baik semua, coz memang pelayanan mereka disana baik. After that kami pulang ke hotel. Di perjalanan, gue memberikan ticket makan kami yang belum kami pergunakan ke teman kami sekelas yang dari Sudan. Lumayan lah beramal :)

Sorenya, as usual our bus took us to Hua Quin Bai.
That was the last time we went to hua Quin Bai

Gue beli beberapa boneka dan kaus olimpiade untuk oleh-oleh. Pulang dari sana, kami makan malam ditempat makan di depan kompleks hotel. Pocket Dictionary china-english gue, gue kasih ke anak yang punya tempat makan. Tampaknya dia senang sekali dengan buku yang gue kasih itu. After that we went to our hotel.

Malam itu gue ngepak-ngepak barang dan mulai me-list semua barang yang gue bawa dan gue cocokin ke catatan gue. Barang-barang yang gak terlalu berharga dan souvenir-souvenir yang tidak mudah rusak gue masukkan ke koper, dan baju yang gue pakai untuk besok, gue keluarkan dari koper. Setelah yakin tidak ada barang yang tertinggal, akhirnya gue tidur.

Hari Minggu, hari yang cocok buat liburan. Kami ada rencana untuk ke Culture Village.

Pagi-pagi sarapan Indomie dikamar, beres-beres lalu ngumpul bareng teman-teman.

Perjalanan cukup jauh, tapi kami gak langsung ke Culture Village. Kami diajak ke sebuah taman dahulu. Setelah 30-45 menit perjalanan kami sampai, dan seperti biasa. Langsung jepret sana jepret sini. Sebelum sampai kami diperingatkan untuk jangan berpisah dari rombongan, karena bisa jadi terbawa oleh cewek siluman. Cewek ini adalah siluman ular. Hmmm, jadi ingat film White Snake Legend tempo dulu

Tamannya berisi patung-patung -yang tampaknya- patung orang “penting” di
China pada zaman dahulu kala. Ada Dr. Sun Yat Sen, dan ada Cheng Ho ?
Hehehe, mungkin sih

Kami ditaman sampai jam 11, dan ngumpul lagi untuk meneruskan perjalanan. sebelum ke Culture Village, kami makan siang dulu di Shanshui Hotel di daerah Hua Quin Bai. After that, we went to Culture Village.

Kami naik kereta untuk melihat-lihat culture village dan ternyata culture village mirip dengan Taman Mini di Indonesia :)

Setelah muter-muter, sekitar jam 4 kami lihat pertunjukan tari tradisional china yang bernama Great Ethnic Costume and Dance Show Oriental Apparel. Gue & pak Wisnu duduk di depan, tepatnya di Row 5, Number 42. Nashrul dan Nur di belakang sedangkan Pinto gak dapat tempat duduk. Sayang sekali. Hal itu karena ada sekelompok orang yang membeli tiket dalam jumlah yg sangat banyak. Kayaknya sih orang pemerintahan negara lain

After the show we walk around that place and take some pics, esp on china’s folk place :)

Jam 7 malam, kami menyaksikan pertunjukan lagi yang bernama Dancing with the Dragon and the Phoenix. Kami dapat tempat duduk yang ditengah dan gue dapat di Blue Disctict, Row 23 & number 72. Tempat yang baik untuk melihat pertunjukan yang -kayaknya- keren

Ternyata pertunjukkan-nya juga keren. Gue jadi inget dengan negara kita yang sangat kaya akan budaya, namun kita gak mampu mengemasnya menjadi pertunjukkan yang menarik dan yang sekarang malah cenderung kebarat-baratan. What a pity :(

After that kami berkumpul dan pulang.

Hari ini rencana ke Louhu. Louhu adalah pusat perbelanjaan yang terkenal karena disini banyak dijual barang-barang palsu. Mulai dari baju, jam tangan, dvd dan elektronik lainnya.

Sabtu pagi jam 9, gue, Nahsrul, Nur dan Pak Wisnu ngumpul di lobby, lalu makan pagi di belakang. Setelah itu ke money changer untuk nuker uang. Gue juga sekalian nuker USD gue yang keluaran 1993 ke 2003, karena gue takut gak bisa dituker di money changer di Jakarta.

Habis makan, ketemuan dengan pinto dan kita naik bus 235 ke Louhu. Bis-nya bagus, ber-AC, murah dan layak pakai gak kayak bus di Jakarta yang buluk-buluk. Jakarta payah, gubernur udah ganti berapa kali, tapi kayaknya sama aja. Metromini, Kopaja, angkot ngetem, orang ngerokok di bus, dan bus AC yang gak layak disebut bus AC ada semua di Jakarta. Dan DPR minta naik gaji + renovasi rumah. Gubrag deh. Karena blog gue bukan untuk tujuan politis, jadi pembicaraan mengenai gubernur dan pejabat RI gak diteruskan aja :)

Ternyata eh ternyata kita harus berganti bus, karena bus yg dinaikin gak sampe Louhu. Kita gak ada yg tahu kenapa karena satupun gak ada yg bisa bahasa china dan orang-orang di bus jg gak ada yg ngerti bahasa Inggris.

Payah, even anak gaul pun gak ngerti bahasa Inggris. Duhhh, mending anak gaul Jakarta deh, yang pada gape bahasa Inggris.

Setelah sekitar 30-45 menit kami sampai Louhu :)

Sebelum sampai ke pusat perbelanjaannya, kita harus melewati terowongan dulu

Akhirnya terlihatlah pusat perbelanjaan Louhu

Sampai louhu, lalu terbagi jadi dua bagian. Gue and pak wishu dan group Pinto, Nashrul & Nur. Disini uang gue banyak habis. Coz gue ingat oleh-oleh buat sodara, ponakan dan teman-teman kantor. Eh, ternyata di louhu juga dijual baju tradisional china dan handycraft :)

Ini adalah gambar patung salah satu jendral perang di china

Pulangnya juga naik bus, sambil bawa banyak tentengan, dan kami tertidur :)

Pulang trainingnya lama, karena trainingnya seru. Jadi keluar dari tempat training jam 17:30, sampai hotel udah lewat jam 17:40, so once again we miss the bus.

Nashrul ditantangin main ping-pong oleh Badredlin dan Pinto gak bawa baju renang. Nuryanto dan Pak wisnu juga sama. Akhirnya malam ini gue berenang sendirian. Tapi lumayan juga, pas lagi renang, pas lagi ada pemotretan foto model di kolam renang. Hehehehe. Sayang banget gak bawa kamera, kalau bawa, pasti udah gue jepret.

Gue renang cuman sekitar 20x bolak-balik. Fisik udah gak sekuat dulu. Capek, letih dan perut rada kembung. Jadinya gue cabut sekitar jam 19:30. Bilas-bilas di kamar mandi dan balik ke hotel. Setelah itu makan malam di tempat kemaren

« Newer Posts - Older Posts »