Feeds:
Posts
Comments

Ini adalah jumat pertama di china. Yang ada di dalam pikiran gue adalah, gimana dan dimana nih jumatannya ?

Fortunatally, ada bus yang disediakan untuk nganterin ke salah satu masjid di Shenzhen. Lokasinya kira-kira 15-20 menit naik bus.

Begitu sampai di masjid, rame banget. Ada bermacam-macam orang. Mulai dari orang China aslinya, orang Arab, Sudan, Libanon, dan tentunya gue, orang Indonesia :)

Begitu datang, gue langsung masuk kompleks masjid, wudu dan masuk masjid. Suasananya sama aja, yang beda adalah khotbahnya dalam bahasa China. Tapi, ada untungnya juga Islam pake bahasa Arab, jadi, pas doa dan sholatnya gue ngerti. Bayangin aja kalau gak pake bahasa Arab, pas doa dan sholat pasti gue bengong aja :) )

Di depan kompleks masjid juga banyak yg jualan makanan yang of course halal. ada kebab, roti, mie dan lain-lain. Gue beli roti 2,5 RMB, lumayan buat nge-ganjel perut sebelum makan siang di hotel. Hehe

ini merk-nya roti diatas. Tapi kayaknya gak jelas :(

Setelah terluntang-lantung di negeri orang tanpa uang, akhirnya gue and friend dapat uang per-diem juga. Alhamdulillah, dapatnya sesuai dgn yang dijanjikan. Gue ngambil uang-nya setelah selesai training. karena harus ngantri, akhirnya gue ketinggalan bus yang mau ke Dongmen.

Karena ketinggalan bus akhirnya kami hanya di hotel aja. Beres-beres sambil nyuci.

Gue & Pinto jalan-jalan ngelihatin fasilitas olahraga yang ada. Ternyatala lumayan juga, ada lapangan basket, tenis meja, billyard, gym, tae kwon do, tennis dan the most important is kolam renang.

Gue, Nashrul & Pinto main basket sampai jam 19.30-an. Setelah itu foto-foto dulu, mandi dan jam 20.00 ngumpul di lobby hotel untuk nyari makan malam.

Siangnya kami dapat info tempat makan Halal di sekitar kompleks hotel. Ternyata ada tiga rumah makan yang dekat. Satu di depan hotel, satu lagi antara KFC dan sekolahan dan satu lagi di belakang hotel. Dan akhirnya kami makan malam di rumah makan muslim yang dibelakang Hotel. At least gak makan babi panggang lagi. Hehehe. Just kidding

Berbekal semangat untuk mencari baju tradisional china dan pernik-pernik
tradisional kesenian china, kami menjelajahi hua quin bai ( baca : huacangbai). Ternyata di hua quin bai lebih parah lagi, isinya kebanyakan barang elektronik dan mall-mall yang lebih modern bila dibandingkan dengan Dongmen. Harga-harga barang elektronik disini sedikit lebih mahal dibanding di Jakarta, dan gak jelas, asli atau gak :(

Tapi apa boleh buat, show must go on

Ternyata di huq quin bai rame juga, dan tampaknya lagi ada pertunjukan. Tapi gue gak tau pertunjukan apa karena gue gak ngerti bahasanya


Sekitar jam 19.30, perut udah keroncongan. Akhirnya gue makan di McD. Sialnya, entah KFC atau McD sama aja gak nyediain nasi (mi fan) di sini

Habis capek ngiterin kompleks hotel, gue jalan-jalan ke Dongmen.
Dongmen tuh pusat perbelanjaan, tapi kok kayaknya mirip Glodog ya ? Hehehe, SARA loe ah :D

Gue sih rencananya nyari baju tradisional china, tapi kayaknya sulit banget nyari di Dongmen. Kebanyakan baju gaul semuanya. Dan karena berhubung masih kere, jadi gak beli apa-apaan disini :(

Hari pertama training diantar oleh Irene ke lokasi training. Lokasi trainingnya bagus dan sangat mendukung untuk belajar. Hiks, gue jadi ingat Indonesia yang butek.

Seperti pada umumnya, training hari pertama adalah perkenalan dan overview.
Perkenalan dengan pengajarnya yg bernama James (English Name) dan dua orang dari Sudan, yaitu Babikir dan Badredlin.

Training hari pertama hanya setengah hari. Selanjutnya setelah makan siang, kami diajak berjalan-jalan melihat Huawei Exhibition Center.

Setelah dari exhibition center udah free-time, gue jalan-jalan ke depan hotel karena disitu banyak toko. Maksudnya sih nyari-nyari toko seperti Indomaret atau tempat makan, tapi
daerah disitu bau banget, mungkin karena banyak toko yang menjual makanan yg
mengandung babi :(

Dari depan hotel, jalan kesamping hotel dan muterin kompleks Hotel. Ternyata ada perumahan keren dan ada sebuah sekolah juga di dekat kompleks Hotel. Dan yg paling penting adalah ketemu KFC, heheheh

Alhamdulillah, kami udah sampai shenzhen. Kami pun diantar ke lobby Yin Hua Hotel, begitu turun, tidak lupa kami jepret sana-jepret sini.

Heheheh, ini foto gue & Pinto berpose di depan lobby hotel

Begitu selesai jeprat-jepret, kami masuk dan telah ditunggu oleh Asisten kami bernama Irene. Hehehe, untuk orang-nya lumayan seger. Setelah itu kami check-in dan diberi jadwal training, kunci hotel, tanda pengenal dan kartu telepon 200. Kami sempat menanyakan tentang uang kami, tapi ternyata ada miss-comunication antara Huawei Indo & China. Dziggggg, akhirnya kami belum dapat uang yang dijanjikan :(

Setelah itu, kami diantar ke kamar masing-masing.

Habis ngepak-ngepak dan ganti baju, gue and pinto mencoba menjelajahi daerah sekeliling hotel. Gue tinggal di Hotel-nya Huawei. Jadi, Huawei tuh luas banget, berapa ribu Ha lah luas nya. Mulai dari R&D, Training Center, Exhibition center, Logistic, Administration & Hotel yg berada di dekat Baicao Garden.

Trip to China – HK to China

Alhamdulillah, Pesawat udah mendarat di HK dengan selamat. Gue nyalain HP gue. Eh, dapat SMS dari 818, Selamat datang di Hongkong, bla bla bla. Gue kirim sms ke yayang dan keluarga kalau gue udah sampai, gile aja 1 sms ternyata kena Rp. 4000. Mahal banget :(

HKIA ternyata mirip dengan KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Mungkin hanya bandara Indonesia aja kali ya yang butek :)

Habis itu ngambil tas dan ke ruang kedatangan and ternyata udah ada orang Huawei yg nungguin. Pas gue ajakin ngomong, orang itu senyum-senyum aja. Buset, ternyat tuh orang gak ngerti bahasa Inggris.

Akhirnya kami mengikuti dia dan keluar bandara.
Mulai deh, langsung jepret sana-jepret sini :) )

Ternyata kami dijemput dengan Mercedes Benz S Class. Hmmm, jadi kepingin beli nih.

Perjalanan darat lumayan jauh, dan kami harus lewat imigrasi HK dan China.

Di perjalanan, kami harus melewati jembatan yang membelah laut HK yang bersih dan tidak bisa dibandingkan dengan Tanjung Priok yg butek dan beberapa terowongan.

Akhirnya, setelah hampir 1,5 jam di dalam mobil kami melihat naga emas yang menandakan kalau kami udah memasuki wilayah Shenzhen

Trip to China – 1st Day

Tulisan pertama dari rangkaian perjalanan ke China. Gue naik pesawat Cathay
Pacific “CX 718L 05MAY 1 CGKHKG HK5 0840 1430″, dari Bandara Soekarno Hatta ke Hongkong International Airport.
Gue cabut dari rumah sebelum sholat Subuh dan sholat subuh dulu di Bandara. Ngantuk banget :(

Uang dari XL dan vendor belum dikasih. Jadi, gue dengan modal nekad pergi ke negeri orang. Ngeri juga sih, akhirnya gue tukar uang di Bank Mandiri di Bandara sebesar 1000 RMB. 1 RMB = Rp. 1450, jadi gue harus ngeluarin uang sebesar Rp. 1.450.000 untuk bisa mendapatkan RMB itu.

Gile aje, ternyata uang RMB lebarnya segede gaban, mirip-mirip dengan yang di film-film vampire china. Hehehe

Setelah nukar uang, gak berapa lama gue check-in dan gue minta Window Seat.

Maklumlah, Superman wannabe, jadi gue pengennya lihat-lihat awan :) )

Gue masuk Boarding tepat jam 08.00, Pinto, Nashrul, Nur dan Pak Wisnu udah duluan. Coz gue masih nunggu diluar bareng my family. Akhirnya gue masuk dan air minum Aqua yang gue bawa di tas terpaksa harus ditinggalkan, karena dilarang membawa cairan lebih dari 100 ml ke dalam pesawat.

Gue masuk pesawat sekitar jam 08:30, dan dapat tempat duduk yg nyaman di dekat jendela.

Gue keluarin kamera dan mulai jepret-jepret :)

Sayap pesawat CX718

Selama perjalanan kerjaan gue nonton film dan dengerin musik aja. BT juga sih 4,5 jam gini terus. untungnya teman gue berhasil nge-shoot moment-moment bagus selama di pesawat :)

Gile, awan-nya bagus banget kan ya :)

Subhanallah

Hongkong view dari dalam pesawat

Snoop is an executable binary that puts your system’s interface(s) in promiscuous mode. By being in promiscuous mode, snoop captures all packets on you network, in either real time or capture file format. What makes snoop so powerful is the detail of information it provides and the flexibility of the tool.

Tethereal is a network protocol analyzer. It lets you capture packet data from a live network, or read packets from a previously saved capture file, either printing a decoded form of those packets to the standard output or writing the packets to a file. Tethereal’s native capture file format is libpcap format, which is also the format used by tcpdump and various other tools.

Usually you can use tethreal on LInux OS and snoop on Solaris Operation Environment.

For detail info, you can read on

http://www.ethereal.com/docs/man-pages/tethereal.1.html
http://docs.sun.com/app/docs/doc/819-2240/snoop-1m?&a=view&q=snoop

Here I give you, the easiest way to use snoop and tethereal

How to use snoop ?

Check your network interface card (NIC), for example, your IP is 192.168.0.31

bash-2.05$ ifconfig -a
lo0: flags=1000849<UP,LOOPBACK,RUNNING,MULTICAST,IPv4> mtu 8232 index 1
inet 127.0.0.1 netmask ff000000
ce1: flags=9040843<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,DEPRECATED,IPv4,NOFAILOVER> mtu 1500 index 2
inet 10.1.0.22 netmask ffffffe0 broadcast 10.1.0.255
ce2: flags=1000843<UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST,IPv4> mtu 1500 index 3
inet 192.168.0.31 netmask ffffff00 broadcast 192.168.0.255

You if you want to do snoop, use your ce2 interface

#snoop -d ce2 -w output_file.cap

How to use tethereal ?

For example if you want to sniff SMPP packet on IP 192.168.0.31

#tethereal -i ce2 proto SMPP -w output_file.cap

Open your snoop or tethereal file with ethereal (http://www.ethereal.com/) and you can analyze your packet.

Setelah di respons oleh Roy Suryo
(http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/04/01/55/96461/ditantang-blogger-roy-suryo-emoh-dialog-maya),
akhirnya dialog Blogger dengan Roy Suryo jadi dilakukan di Universitas
Budi Luhur sebagai berikut :

Hari / Tanggal  :       Selasa, 15 April 2008
Tempat  :       Universitas Budi Luhur Jakarta
Waktu   :       10.00 WIB – selesai
Acara   :       Dialog terbuka antara Riyogarta & Roy Suryo dengan tema
seperti yang telah diutarakan diatas.

Fasilitas:

= Ruangan ber-AC dengan kapasitas 250 orang
= LCD Proyektor
= Sound System
= Snack bagi pembicara dan peserta
= Liputan media

Pendaftaran dilakukan di Universitas Budi Luhur Jakarta 2 jam sebelum
acara dimulai (08.00 – 10.00 WIB). Pendaftaran tidak dipungut biaya.

Handphone Pak Riyo adalah 08551007204

Demikian untuk informasi. Sampai jumpa di lokasi acara.
Terimakasih.

« Newer Posts - Older Posts »