GPRS / Data Services

Penjelasan Fungsi HLR dalam GPRS/UMTS

Home Location Register (HLR) berfungsi sebagai penyimpan basis data pelanggan, termasuk service apa saja yang terdaftar pada seorang pelanggan.
Pada umumnya, parameter spesifik yang disimpan di data pelanggan HLR yang berhubungan dengan GPRS adalah

1.    Network Access Mode (NAM)
Adapun nilai dari NAM adalah sebagai berikut :
•    0 – Diizinkan untuk menggunakan layanan circuit switch dan packet switch
•    1 – Diizinkan hanya untuk menggunakan layanan circuit switch
•    2 – Diizinkan hanya untuk menggunakan layanan packet switch

2.    Access Point Name (APN)
APN adalah sebuah penanda yang menunjukkan identitas suatu layanan dari suatu operator. Dalam session management, sebuah APN akan diasosiasikan ke sebuah range alamat IP.
APN dibahas di https://hnawri.wordpress.com/2012/06/09/what-is-apn/

3.    Quality of Service (QoS)
Parameter QoS yang dapat dikonfigurasi di HLR adalah QoS Release 97/98 (R97/98)  dan Release 99 (R99) yang didefinisikan di 3GPP TS 23.107.
Implementasi QoS di setiap HLR berbeda. Tidak semua parameter QoS dapat dikonfigurasi di HLR. Sebagai contoh, Ericsson HLR dapat melakukan konfigurasi terhadap parameter berikut
•    ARP : Allocation/retention priority
1 – High priority
2 – Normal priority
3 – Low priority
•    DO : Delivery Order
NO – Without delivery order
YES – With delivery order
•    EQOSID : Extended Quality of Service (QOS) identifier
•    GBRD : Guaranteed bitrate for downlink in Kilobits per second (Kbps)
•    GBRU : Guaranteed bitrate for uplink in Kbps
•    MBRD :  Maximum bitrate for downlink in Kbps
•    MBRU :  Maximum bitrate for uplink in Kbps
•    SDU : Service Data Unit (SDU)
•    RBER : Residual Bit Error Rate
•    SDUER : SDU Error Ratio
•    STR : Streaming Traffic Class
•    THP : Traffic Handling Priority
QoS dibahas di https://hnawri.wordpress.com/2012/06/10/qos-in-gprsumts/

4.    Tipe PDP Context
Dibagi menjadi tiga, yaitu
•    IP Version 4 (IPv4)
•    IP Version 6 (IPv6)
•    Point to Point Protocol (PPP)
5.    Tipe PDP Address, statis atau dinamis
Statis berarti PDP Address yang akan digunakan pengguna akan selalu sama, sedangkan dinamis berarti PDP Address yang akan digunakan oleh pengguna akan berbeda-beda
Contoh :

Definisi APN di HLR

HLR ACCESS POINT NAME DATA

APN                           APNID
WWW.APN.NET                   1

Jika di HLR didefinisikan profile pelanggan sebagai berikut

Profil pelanggan dengan Tipe PDP Address statis

PACKET DATA PROTOCOL CONTEXT DATA
APNID   PDPADD                EQOSID  VPAA  PDPCH    PDPTY  PDPID
1   10.10.10.1            1       NO             IPV4    1

Maka, jika kita melakukan pengecekan IP PDP yang pelanggan dapatkan, akan muncul sebagai berikut

PPP adapter WWW.APN.NET

Connection-specific DNS Suffix  . :
IP Address. . . . . . . . . . . . : 10.10.10.1
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.255
Default Gateway . . . . . . . . . : 10.10.10.1

Namun, jika di HLR didefinisikan profile pelanggan sebagai berikut

Profil pelanggan dengan Tipe PDP Address statis

PACKET DATA PROTOCOL CONTEXT DATA
APNID   PDPADD                EQOSID  VPAA  PDPCH    PDPTY  PDPID
1                      1       NO             IPV4    1

Maka, jika kita melakukan pengecekan IP PDP yang pelanggan dapatkan, akan muncul sebagai berikut

PPP adapter WWW.APN.NET

Connection-specific DNS Suffix  . :
IP Address. . . . . . . . . . . . : 10.10.10.5
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.255
Default Gateway . . . . . . . . . : 10.10.10.5

Dan jika kita melakukan connect-disconnect PDP akan, maka kemungkinan besar IP Address akan berubah menjadi misalnya sebagai berikut

PPP adapter WWW.APN.NET

Connection-specific DNS Suffix  . :
IP Address. . . . . . . . . . . . : 10.10.20.11
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.255
Default Gateway . . . . . . . . . : 10.10.20.11

6.    Operator Determined Barring of Packet Oriented Services (OBP)
Untuk mengatur apakah pelanggan diperbolehkan mengakses layanan data atau tidak
Adapun nilai-nilai OBP yang mungkin adalah sebagai berikut
•    OBP tidak diaktifkan
•    Pelanggan tidak dapat mengakses layanan GPRS
•    Pelanggan tidak dapat mengakses layanan GPRS jika pelanggan berada di jaringan operator lain (roaming)

7.    Roaming Service Area (RSA)
Untuk mengatur layanan apa saja yang dapat digunakan oleh pelanggan pada saat pelanggan berada di jaringan operator lain
Adapun nilai-nilai RSA yang mungkin adalah sebagai berikut
•    Pelanggan tidak dapat mengakses layanan circuit switch saat berada di jaringan operator lain
•    Pelanggan tidak dapat mengakses layanan GPRS saat berada di jaringan operator lain
•    Pelanggan tidak dapat mengakses layanan circuit switch dan GPRS saat berada di jaringan operator lain

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Twitter Updates

Error: Please make sure the Twitter account is public.

%d bloggers like this: